Sepulang dari pekerjaan yang melelahkan tubuh secara fisik dan rasa ingin tidur secepatnya membuat saya kurang dapat mengendalikan diri disaat istri menyampaikan saran atas banner yang saya buat dengan susah payah (tidur malam, merenung, cetak dan memasangnya), sehingga dengan nada tinggi meluncur saja kata-kata kekecewaan dan putus asa, tidak mau mengurusin dan bahkan anakpun menjadi sasaran kekesalan hati ini.
Saat kejadian berlangsung, Roh Kudus sudah mengingatkan "Jangan marah, sabar, sabar, sabar". Tapi rasanya hati sudah kesal sekali, saran yang baik yang diberikan pada saya berubah menurut saya (waktu itu) menjadi kritik, kritik dan kritik. Dan sayapun pergi tidur, membiarkan istri yang terdiam...




