Terkadang setiap akan memakai baju, saya bertanya pada Roh Kudus, Dia ingin saya memakai baju yang mana. Namun di malam Paskah itu (Sabtu malam) hati ini sukacita dan bersemangat, saya rasa Dia ingin saya memakai baju yang berwarna merah. Kami sekeluarga berangkat dengan hati yang gembira dan semangat.
Sampai di gereja, ternyata sisi sayap gereja sedang kosong, "Wah, enak nih... tidak panas :)" pikir saya.
Sekonyong-konyong Tuhan Yesus berkata dalam pikiran ini, "Kita menang". Saya berkata dalam hati, "Benar Tuhan Yesus, kita menang"
Saya ingat kalau hari-hari sebelumnya, 2000 tahun yang lalu, bagaimana Yesus bergumul di taman Getsmani. Bagaimanapun juga secara manusia, Yesus juga ingin tidak menderita, Ia juga ingin tidak meminum cawan dari BapaNya, namun Ia tau kalau diatas segalanya, kehendak BapaNya lah yang harus terjadi. Makanya di akhir pergumulanNya Ia pun berkata, "Biarlah kehendakMu yang terjadi, bukan kehendakKu". Kalau anda melihat film The Passion of Christ, selesai berdoa, Yesus berdiri dan menginjak ular !
KebangkitanNya = kemenangan Yesus dan saya
"Kita menang? Apa tidak salah?"...begitulah logika saya mulai berjalan.



